Minggu, 16 November 2014

Suatu Harapan

Suatu harapan
Tuhan, ku tahu kau mendengar doaku
Doa yang ku panjatkan setiap waktu
Waktu yang terus berjalan, hingga membawaku kepada satu titik harapan
Harapan itu terasa manis,
 melambai di kejauhan
serta tersenyum lembut menyapaku
Hariku indah dengan telapak tangan yang menengadah
Berjuang untuk kehidupan yang berkah
Berpikir mendapatkan keadilan dari perjalanan kaki ini
Terjun bersama sang mentari
Tak terasa, di ufuk timur matahari sembunyi
Dan kuusap keringat yang menetes di pipi
Ku kembali
Bercerita dengan sang rembulan yang sedikit menampakkan sinarnya
Seakan malu mendengarkan ceritaku yang hanya berujung pilu
Ia pun tertawa lepas bersama gumpalan mendung di sekalilingnya
Tapi tak mengapa, aku tetap bercerita
Aku akan tetap pada harapanku
Berdiri melawan lelah hati
Hanya Tuhan yang masih setia menemani
Di mana dan akan kemana aku pergi
Dia tahu apa yang aku minta
Harapan itu akan selalu ada...

Aku

" Kalau sampai waktuku
‘Ku mau tak seorang ‘kan merayu
Tidak juga kau

Tak perlu sedu sedan itu

Aku ini binatang jalang
Dari kumpulannya terbuang

Biar peluru menembus kulitku
Aku tetap meradang menerjang

Luka dan bisa kubawa berlari
Berlari
Hingga hilang pedih peri

Dan akan akan lebih tidak perduli

Aku mau hidup seribu tahun lagi" 


-Chairil Anwar-
Kehidupan terkadang seperti munculnya pelangi sesudah hujan, terkadang seperti rintikan hujan yang turun dengan derasnya..